INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

MENGENAL GROWTH HACKING

Mengenal Growth Hacking

Post by. Thomas Adrian

Date: September 06, 2021

Beberapa pekan ini sedang ada istilah yang populer di dunia marketingGrowth Hacking. Strategi marketing ini mengombinasikan marketingdata, dan teknologi. Sebenarnya, strategi marketing populer ini sudah banyak diaplikasikan oleh banyak startup beberapa tahun ini. Katanya, strategi ini paling cocok diterapkan di bisnis startup dan diklaim dapat meningkatkan brand awareness serta meningkatkan jumlah pelanggan dengan cara super cepat; mungkin pengandaiannya seperti menggunakan cheat pada game yang biasa kita mainkan agar semakin cepat menang. Mungkin karena itulah lalu digunakan kata hacking atau meretas. Intinya, bagaimana caranya mendatangkan traffic, meningkatkan citra brand, serta mendatangkan banyak pelanggan dalam waktu singkat.


Lalu apa kelebihan Growth Hacking ini sampai orang-orang tertarik menerapkannya? Pertama, data adalah kekuatan utama. Sesuatu yang berbasis data kemungkinan besar kuat dasarnya. Pun bagi para Growth Hacker – pelaku Growth Hacking – mereka mengandalkan data sebagai kekuatan utama. Tak hanya data pasar saat ini, data kompetitor pun digunakan sebagai bahan komparasi dan analisa. Mereka hanya fokus kepada strategi menumbuhkan bisnis yang berlandaskan data. Kemudian yang kedua, tak perlu banyak orang. Growth Hacking tak membutuhkan banyak orang untuk mengerjakannya. Maka dari itu, strategi ini cocok bagi pelaku startup yang baru mulai merintis bisnisnya. 


Berdasarkan optinmonster.com, strategi Growth Hacking terbagi dalam tiga bagian penting, yaitu content marketing, product marketing, dan iklan.


Marketing menggunakan konten digunakan oleh hampir seluruh pelaku marketing. Konten yang baik serta menarik akan mendatangkan traffic yang baik pula. Konten adalah kunci. Tapi membangun konten untuk marketing tidak seperti Bandung Bondowoso yang berhasil membangun ribuan candi dalam semalam; pelaku content marketing butuh usaha luar biasa dan tidak instan. Sementara product marketing diutamakan dalam mendesain produk semenarik mungkin. Marketing produk yang baik dan menarik akan membangun basis. Memanfaatkan sifat FOMO (Fear of Missing Out; takut ketinggalan zaman) pada orang-orang zaman now dan getok tular merupakan salah satu caranya. Karena pada dasarnya, produk yang baik akan mampu ‘menceritakan dirinya sendiri’ kepada calon pelanggan lain. Dan yang terakhir namun tak kalah pentingnya, adalah beriklan. Karena beriklan akan membantu meningkatkan brand awareness.


Dunia marketing cepat berkembang di zaman serba cepat ini. Bisa jadi ke depannya, ada cara lebih baik yang mampu menggantikan atau menyempurnakan strategi Growth Hacking ini. Tapi, untuk saat ini, tak ada salahnya menerapkan strategi ini ke bisnis rekan-rekan.


Salam #peopledevelopment!