INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

WAYANG SUKET, WARISAN KEBUDAYAAN YANG SUDAH LAMA DITINGGALKAN

Wayang Suket, Warisan Kebudayaan Yang Sudah Lama Ditinggalkan

Post by. Rayhan Varian Devara

Date: July 24, 2021

Di era yang penuh dengan teknologi seperti sekarang, banyak sekali kebudayaan tradisional yang mulai ditinggalkan. Salah satu dari kebudayaan tradisional tersebut adalah Wayang Suket. Suket sendiri merupakan Bahasa Jawa yang artinya adalah rumput. Seperti namanya, Wayang Suket memang terbuat dari rumput. Karena menggunakan rumput sebagai bahan dasar, proses pembuatannya lebih mudah dibandingkan Wayang Kulit. Rumput yang biasa dipakai untuk pembuatan Wayang Suket adalah rumput mendhong, yang seringkali dianggap sebagai tanaman hama.


Wayang Suket sudah ada sejak lama. Ki Slamet Gundhono, salah seorang dalang kenamaan sekaligus seniman, telah menggunakan Wayang Suket sejak lama. Beliau mengembangkan Sanggar Wayang Suket sejak tahun 1999. Ki Slamet Gundhono pertama kali menggunakan Wayang Suket pada pagelaran Wayang yang diselenggarakan di Riau pada tahun 1997. Menurut Beliau, penggunaan Wayang Suket menggambarkan kesederhanaan. Penggunaan rumput pada wayang memberikan kebebasan terhadap bentuk wayang yang kaku. Wayang Suket yang dibuat oleh Ki Slamet lebih dinamis dan variatif bentuknya.


Perkembangan Wayang Suket tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Pada tahun 2020, Wayang Suket Purbalingga akhirnya ditetapkan sebagai WBTB (Warisan Budaya Tak Benda) Nasional. Untuk mendapatkan status WBTB tentu bukanlah hal yang mudah. Salah satu syarat suatu budaya ditetapkan sebagai WBTB adalah budaya tersebut sudah ada minimal 50 tahun dan sudah mengalami dua kali regenerasi. Dengan diangkatnya Wayang Suket sebagai WBTB menunjukkan bahwa eksistensi kebudayaan Wayang Suket hingga saat ini masih terjaga, namun seringkali dilupakan.


Hingga sekarang, pertunjukan Wayang Suket masih selalu diadakan. Salah satu dalang yang menggunakan Wayang Suket hingga saat ini adalah Gaga Rizky. Gaga Rizky merupakan Founder dan Creative Director dari Wayang Suket Indonesia. Pria berumur 29 tahun ini menggabungkan unsur modern pada pertunjukannya; menggunakan musik modern seperti synthesizer, gitar, dan juga stand up comedy. Ternyata, kebudayaan tradisional dipadupadankan dengan kebudayaan modern dapat menciptakan sesuatu yang baru